Ada Warga Menolak Pembangunan Tanggul
25 Juni 2022 - 20:21:57 WIB | Dibaca: 3333x
Medan (SIOGE) - Wali Kota Medan Muhammad Bobby Afif Nasution menaruh perhatian besar terhadap pembangunan di kawasan Medan bagian Utara. Pembangunan besar yang akan dimulai di Kecamatan Medan Belawan Tanggul tersebut diharapkan mampu mencegah mengurangi debit banjir rob yang selama ini menjadi momok bagi masyarakat di Belawan.
Saat kampanye, Bobby kerap mendengar keluhan warga Belawan soal banjir rob, saat itu, Menantu Presiden Jokowi berjanji akan membangun tanggul sesuai keinginan warga setempat.
Untuk memastikan pembangunan tanggul tersebut Bobby menggelar rapat di Kantor Kelurahan Belawan Bahagia Selasa (21/6), langsung OPD terkait dan warga setempat.
Disayangkan, ada segelintir warga yang menolak pembangunan tanggul rob dengan alasan-alasan yang kurang tepat. Namun Bobby Nasution tampak bijaksana dengan meminta agar warga kembali berembuk dalam satu pekan ini. Jika warga telah bersedia, maka awal Juli ini pembangunan segera dilakukan.
Mendengar adanya warga yang menolak pembangunan tanggul rob. Politisi Partai Hanura yang juga anggota komisi IV DPRD Medan Hendra DS, angkat suara. "Harusnya masyarakat mendukung penuh. Ini kesempatan emas, sebab sudah puluhan tahun dinanti pembangunan tanggul rob itu. Ini sudah ada Wali Kota Bobby yang bisa membangun kok ditolak. Saya kira masyarakat harus dukung penuh semangat wali kota Bobby Nasution," kata Hendra DS Selasa (21/6) malam.
Kata pria yang juga Ketua Fraksi Hanura DPRD Medan itu, semangat Bobby Nasution membangun Medan Utara harus didukung. "Toh ini untuk kebaikan warga di Medan Utara terkhusus Belawan. Semangat pak wali untuk membangun utara harus didukung. Jangan sampai ada oknum yang mengompori warga hingga menolak pembangunan. Ini untuk hajat hidup orang banyak, bukan hanya segelintir. Saya harap pembangunan tersebut benar terealisasi. Nanti warga bisa langsung merasakan hasilnya," pungkas Hendra DS.
Sementara itu, Pengamat Politik dan Pemerintahan asal USU Doktor Indra Fauzan, PHd menilai penolakan itu bisa diatasi dengan komunikasi yang baik. Terlebih fungsi tanggul itu akan lebih banyak manfaatnya.
"Tentunya wajar apabila ada penolakan dari sebagian warga. tapi tentunya ini adalah tugas dari pemerintah yang berwenang untuk mensosialisasikan dan memberikan pemahaman kepada masyarakat. Tujuan dari pembaagunan tanggul rob itu adalah untuk mengurangi banjir, sehingga warga bisa terlindungi. Dari aspek pembangunan tentunya pembangunan tanggul ini banyak fungsi bila dilihat dari aspek sosial dan ekonominya," kata Fauzan.(Dinas Kominfo/Bahren)



.jpg)








